Budidaya Ikan Kakap Putih

tip-memancing.blogspot.com
Superperikanan - Ikan kakap atau yang populer dikenal sebagai predator (pemangsa) merupakan komoditi yang dapat dibudidayakan dalam keramba maupun di tambak. Ikan kakap dibagi menjadi dua jenis, kakap merah dan kakap putih.

Ikan kakap putih (Lates calcafierdan ikan kakap merah  (Lutjanus sanguineus) berasal dari suku yang berbeda. Ikan kakap  putih dari suku Centropemidae sedangkan ikan kakap merah berasal dari suku Lutjanidae.

Baca juga: Budidaya Ikan Gurami, Untung Berlipat Ganda

Praktek budi daya dalam tambak atau di keramba ternyata yang lebih cocok untuk ikan kakap putih, karena ikan tersebut mampu mentoleransi perubahan salinitas, ia bisa hidup di air tawar, payau bahkan laut.

Ikan kakap memiliki banyak nama, baik di luar negeri maupun di Indonesia. Misalnya di Jawa timur dan jawa tengah, orang-orang menyebut ikan ini dengan nama petehan, pelak, tetahan, cabik dan cabeh.

Di Madura disebut dengan sebutan  tekong, dubit, cateng atau cakoh, di Sulawesi Selatan dikenal dengan nama  pica-pica, talungsar, ganja atau kaca-kaca dan diluar negeri pada umumnya orang-orang meyebutnya dengan sebutan giant seaperch.

Jika di Asia Tenggara lebih dikenal dengan nama seabass, dan di beberapa negara lain disebut dengan sebutan  white seabass, silver seaperch, giant perch, palmer, coo-up, two finned seabass dan lain-lainnya. (Asikin, 1994)

Klasifikasi Ikan Kakap Putih (Lates calcafier):
Phylum        : Chordata
Sub phylum :Vertebrata
Kelas           :Pisces
Ordo            :Percomorphi
Famili           :Centropomidae
Genus          :Lates
Species        :Lates calcalifer

Habitat Asli Ikan Kakap Putih

Ikan kakap putih sebenarnya adalah ikan liar yang hidup di laut. Namun setelah di lakukan penelitian ikan ini memiliki habitat yang sangat luas. Ikan kakap putih dapat hidup di daerah laut yang berlumpur, berpasir, di ekosistem mangrove.

Nelayan sering mendapatkan ikan kakap putih ketika melaut. Ikan kakap yang hidup di laut lebih besar ukurannya di bandingkan yang di pelihara di air payau atau pada perairan tawar. Hal itu mungkin di sebabkan karena makanannya banyak di habitat aslinya (Kordi, 2011).

Ikan kakap juga dapat hidup di air payau. Ikan kakap akan menuju daerah habitat aslinya saat akan memijah, yaitu pada salinitas 30-32 ppt. Telur yang menetas akan berruaya menuju pantai dan larvanya akan hidup di daerah yang bersalinitas 29-30 ppt. Semakin bertambah ukuran larvanya maka ikan kakap putih tersebut akan semakin berpindah ke air payau (Mulyono, 2011)

Budi daya ikan kakap putih di Indonesia memang sudah banyak dilakoni oleh banyak orang. Dengan modal sedikit Anda sudah bisa membuka usaha budi daya ikan kakap.

Berikut Ini Merupakan Cara Budidaya Ikan Kakap Putih:
  • Pemilihan lokasi 
Lokasi pemeliharaan yang tepat merupakan salah satu faktor yang paling utama dalam melakukan budidaya ikan. Seperti yang telah kita ketahui bersama, ikan kakap memiliki toleransi yang tinggi terhadap salinitas.

Baca juga: Teknik Pemijahan Ikan Guppy, Simpel dan Dijamin Sukses

Hal itu membuktiakn bahwa ikan kakap mampu hidup di berbagai perairan. Tempat budi daya ikan kakap dapat dilakukan di kolam, tambak, ataupun di pinggiran pantai. Memperhatikan kualitas air juga sangat penting dalam bididaya ikan kakap. Karena ikan kakap merupakan ikan tropis, pastikan juga suhu kolam berkisar antara 27-32°C.

kolam budidaya juga tidak terlalu keruh. Jika pemeliharaan dilakukan di pinggir laut, pastikan bahwa arus air tidak terlalu deras karena dapat merusak tambak.
  • Pendederan Ikan Kakap Putih
Pendederan benih ikan kakap biasanya dilakukan dengan menggunakan keramba apung atau hapa yang berukuran kecil, seperti 1 x 1 x 1 meter. Benih yang didederkan berukuran 1,5-2 cm atau berumur sekitar 30-50 hari.

  • Pemberian Pakan 
Ikan kakap adalah salah satu ikan karnivora yang memakan makhluk hidup lebih kecil lainnya. Oleh sebab itu, pemberian pakan ikan kakap dapat dilakukan dengan memberikan ikan teri maupun ikan rucah.

Ikan kakap juga memakan hewan-hewan kecil seperti, cumi-cumi, udang, planton dan ikan-ikan kecil lainnya. Ikan kakap memiliki ketahanan dalam mencerna protein dalam jumlah besar daripada ikan yang lainnya.

Makanan yang mengandung karbohidrat maupun serat harus dihindari karena hal itu dapat mempengaruhi pencernaan ikan. Ikan kakap yang memakan pakan alami memiliki rasa daging yang lebih enak dibandingkan dengan ikan yang diberikan pakan pelet..

  • Penanganan hama

Hama merupakan makhluk yang akan menggangu keberhasilan budi daya ikan, memasang filter pada pintu masuk air untuk mencegah hama dan vektor pembawa penyakit mutlak haarus dilakukan.

Pemberantasan hama secara mekanis dengan rutin (dibunuh atau diambil) dan pemberantasan hama secara biologis (mempertahankan predator alami hama). penggunaan obat-obatan kimia bisa menjadi opsi apabila hama sudah membandel.

Gunakan bibit ikan kakap putih unggul yang tahan terhadap serangan penyakit. Sebaiknya bibit didapatkan dari sumber terpercaya.Mengurangi kepadatan ikan agar tidak terjadi kontak antar ikan secara langsung lebih baik. Dengan jarangnya populasi, kadar oksigen terlarut dalam air kolam akan lebih banyak.

Umpan diberikan dengan takaran yang tepat untuk menghindari terjadinya penumpukan sisa pakan pada dasar kolam. Sisa pakan akan membusuk sehingga menurunkan kualitas lingkungan kolam dan menjadi tempat berkembangbiaknya bibit penyakit.

Baca lagi: Jenis Ikan Hias Termahal dan Terbaik di Dunia

Lakukan juga penanganan ikan secara hati-hati pada saat penebaran atau pemindahan antar kolam/tambak agar ikan tidak terluka sehingga dapat memicu infeksi penyakit.

  • Cara Panen Ikan Kakap

Alat yang dibutuhkan utnuk memanen ikan kakap adalah jala ataupun serokan. Jangan menggunakan alat panen yang bisa melukai ikan atau merusak lingkungan seperti obat kimia dan bom.

Teknik yang salah akan merusak hasil panen ikan kakap Anda. Teknik panen sendiri ada dua cara, yaitu panen total dan panen selektif. Panen selekif hanya memanen sebagian ikan, sedangkan panen total berarti memanen seluruh hasil ikan.

Setelah melewati masa pemeliharaan selama kurang lebih satu tahun, ikan yang sudah mencapai berat sekitar 500-1000 gram sudah bisa dipanen. jika ikan melebihi 1 kg, maka akan lebih baik jika ikan tersebut dijadikan ikan induk.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel