Budidaya Ikan Gurami, Keuntungan Berlipat Ganda

ikan gurami
Ikan gurami
Ikan gurami (Osphronemus goramy) yaitu ikan air tawar yang sangat populer saat ini serta disenangi oleh masyarakat sebagai ikan konsumsi di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Selain itu, di negara-negara lain gurami juga tak jarang dipelihara dalam akuarium. 

Tidak salah memang bila ikan ini dijadikan untuk konsumsi, dengan daging yang padat, durinya besar-besar, cita rasanya sangat enak dan gurih membuat ikan ini lengket di lidah masyarakat.
Hampir tidak ada restoran yang tidak menyediakan menu makan ikan gurami ini, terlebih jika dibakar, duh enak banget deh pokoknya.

Namun demikian, ikan gurami juga disenangi sebagai ikan hias akuarium, dengan perpaduan warna hitam dan abu-abu membuat ikan ini sangat cantik saat berada dalam akuarium, apalagi jika titambah dengan bebatuan hias pula.

Baca juga: Teknik Pemijahan Ikan Guppy, Simpel dan Dijamin Sukses

Habitat asli ikan gurami 

Di alam, gurami biasanya menghuni sungai, rawa-rawa serta kolam, ada juga yang memilih tinggal di air payau, akan tetapi ikan ini lebih suka berada di kolam-kolam dangkal yang ditumbuhi tumbuhan-tumbuhan. Sesekali ikan gurami merangsek ke atas permukaan air untuk mengangkut oksigen segar.

Awal mula penyebaran ikan gurami

Pada awalnya, penyebaran ikan gurami bermula di pulau-pulau Sunda Besar (Jawa, Sumatra, dan juga Kalimantan), seiring berjalannya waktu, Ikan ini mulai dikembangkan di berbagai belahan dunia, beberapa alasan para petani memilih ikan ini adalah karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan sangat gampang dalam perawatannya.

Atas dasar itulah, banyak pengusaha yang bergerak dalam usaha budidaya ikan mulai mencoba untuk mencicipi usaha pembesaran ikan gurami, bukan hanya itu saja, ikan ini juga tidak membutuhkan lokasi dan wadah khusus untuk dikembangkan. hal ini semakin mempertegas bahwa ikan ini mudah hidup dan gampang perawatannya.

Kebiasaan makan ikan gurami

Ikan gurami bersifat omnivor (pemakan segalanya), tetapi lebih ke herbivor, di alam liar ikan ini memakan  serangga, dan ikan-ikan kecil lainnya.

Sekarang mari kita masuk ke tahap budidaya

penyediaan kolam

Kolam ialah hal yang terpenting dalam usaha budidaya ikan, tak ada kolam/wadah maka tidak ada yang namanya pelihara ikan, karena ikan tinggal di air, ikan gurami cocok dipelihara di kolam semen dan juga kolam terpal, keramba jaring apung, namun masih bisa juga dipelihara dalam kolam tanah.

Kolam yang digunakan  terbuat dari tanah



Ada beberapa keunggulan memakai kolam tanah, diantaranya; tidak memerlukan biaya yang banyak, mudah dibuat, irit tenaga, dan ketersediaan makananan alami lebih tinggi.


kolam ikan dari tanah
Kolam tanah
Dengan luas kolam 5m x 10m sudah cukup untuk pemeliharaan ikan gurami, semakin besar ukuran wadah maka akan makin bagus pula, karena kolam yang luas akan menyediakan oksigen yang melimpah, hal tersebut sangat baik untuk pertumbuhan ikan.

Wadah yang ingin digunakan harus dikeringkan terlebih dahulu hingga permukaan tanah terlihat retak-retak. Tujuannya adalah untuk membunuh mikroorganisme dan patogen jahat yang akan menggalkan usaha ikan gurami.

Baca juga: Jenis Ikan Hias Termahal dan Terbaik di Dunia

Langkah selanjutnya setelah pengeringan, permukaan tanah harus digemburkan, sampai amonia hilang.

Pengapuran

pengapuran kolam
Pengapuran kolam ikan
Pengapuran dilakukan bertujuan untuk menyeimbangkan kadar asam (pH) dalam tanah serta membunuh patogen dalam tanah.

  • Jenis kapur yang digunakan

Hendaknya para petani harus jeli dalam memilih kapur yang akan dipakai, kapur yang baik adalah “kapur dolomit”. Pengapuran dilakukan dengan ditebar secara merata di atas permukaan kolam.
Dosis yang diperlukan tergantung pada keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.


Pemupukan

Langkah selanjutnya adalah memberikan pupuk organik pada tanah yang hendak dipakai, pupuk yang baik adalah pupuk organik dan ditambah urea serta TSP.

  • Pupuk organik
Pupuk organik terbaik adalah yang berasal dari kandang dan kompos. Pemberian pupuk bertujuan untuk membuat air mejadi subur, dengan tumbuhnya pakan alami seperti plankton dan pakan alami lain akan membantu memenuhi kebutuhan pakan ikan. pakan sekunder.

Wadah siap untuk dimasukkan air

Pemasukan air dilakukan secara bertahap, setelah tiga hari pengisian air, biasanya kolam sudah dipenuhi oleh fitoplankton.

Ciri-ciri air yang kaya plankton


kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton
Gambar kolam yang banyak planton. Sumber budi laksono
Sangat mudah untuk menandakan air yang sudah ditumbuhi plankton, warna air akan berubah menjadi hijau pekat, bukan plankton saja yang tumbuh, namun biasanya lumut akan ikut tumbuh pula.

Penebaran bibit ikan  

Ingat!!! Sebelum bibit ikan ditebar, terlebih dahulu bibit dimasukkan ke dalam ember, air yang dipakai harus berasal dari kolam yang hendak ditebar ikannya,  ketika memasukkan ikan ke dalam ember, diamkan selama lebih kurang 20 menit, hal ini bermaksud untuk membuat anakan ikan berdaptasi dengan lingkungan barunya.

Jangan sembarangan, perlakuan terhadap larva ikan harus seperti kita mengurus bayi juga. Larva ikan mudah sekali stres, dan ujung-ujungnya mati.

Benih ikan gurami yang baik

Benih ikan yang mau dilepaskan ke dalam kolam adalah yang ukuran panjang tubuhnya berkisar 5-7 cm, harus hati-hati saat mendederkan ikan  ke dalam wadah guna menghindari stres pada ikan. ikan yang stres akan mudah terserang penyakit dan berpulang ke Rahmatullah (mati).

Pemberian dan jenis pakan

pelet
Seperti yang telah kami jelaskan di atas, ikan ini mau melahap segalanya, pada saat masih muda ikan gurami lebih bersifat pemakan daging (carnivora), namun seiring pertumbuhannya pola makan ikan gurami berubah menjadi (herbivor) pemakan tumbuhan.

Pakan apung yang biasa diberikan oleh petani bermerek pf.1000 isi 10kg/sak. Harga untuk satu saknya adalah 130 ribu.

Makanan diberikan dua kali perhari, yakni pada saat pagi dan sore, cukup diberikan pelet dengan kandungan protein  30%, ikan gurami termasuk ikan yang sedikit makan, berbanding terbalik dengan ikan lele.

Pakan alami
Guna mempercepat laju pertumbuhannya, ikan ini bisa diberikan pakan alami, seperti daun talas, daun Sente, daun kangkung, daun ubi jalar, daun singkong, daun dau pepaya.

Makanan lain, tauge kacang hijau, tauge dari bibit padi muda labu, tauge kacang merah, Pakan buatan, jagung, dedak, dan ampas tahu. Cara pemberian direbus terlebih dahulu.

Lakukan pengontrolan secara berkala

Pengontrolan harus harus dilaksanakan secara teratur, seperti mengecek debit air, tingkat keasaman (pH) dan juga suhu. Jangan terlalu sering menyenter ke dalam air sebab akan membuat ikan jadi stres dan mati.

Kini saatnya panen ikan gurami



panen ikan gurami
Panen ikan gurami. Gambar: Bloginformasi.com
Biasanya kegiatan pemanenan ikan  dilakukan dengan dua cara, panen partial (setengah) dan panen total, tergantung kemauan dan permintaan pasar, ikan gurami akan tumbuh hingga berukuran konsumsi sampai durasi 1 tahun dengan berat 1 kg, namun ada juga yang memanennya di usia pemeliharaan 6 bulan.

Harga ikan gurami


uang rupiah
Gambar: kaskus
Mengenai harga ikan gurami, kami tidak bisa memberikan jawaban yang tepat, karena setiap daerah memiliki harga yang relatif bervariasi, namun kisaran banderol ikan gurami perkilonya adalah sekira Rp25,000.00 hingga 40,000.00, dan hal ini juga dipengaruhi oleh musim.

Baca juga: Beda Ikan Cupang Hias dan Ikan Cupang Adu, Simak Penjelasan Lengkapnya

Dengan harga yang cukup fantastis tersebut, artinya budidaya ikan gurami masih menjadi lumbung yang sangat menjanjikan untuk meraih pundi-pundi rupiah, berani kaya? Mari usaha di usia muda!

Sumber: artikel ini hasil ditulis ulang oleh ahli perikanan, dari berbagai sumber.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel