Trik Melakukan Pemijahan Ikan Neon Tetra, Cepat dan Simple

Salah satu ikan hias yang paling populer saat ini adalah jenis neon tetra (Paracheirodon innesi), di alam ikan hias ini biasa menghuni perairan tawar.

Habitatnya aslinya dari Sungai Black Water atau Clear Water di sebelah Tenggara Kolombia, Peru bagian timur dan Brazil bagian barat, di banyak negara ikan ini banyak dikembangkan, selain memiliki warna yang menarik ikan neon tetra juga sangat mudah untuk dipijahkan.

Tak perlu wadah yang besar dalam melakukan pemijahan ikan ini, cukup dengan wadah sederhana, ikan neon tetra sangat mudah untuk dipijahkan.

"ikan neon tetra"


Jika ditinjau dari aspek finansial, sederetan keuntungan yang didapatkan oleh para pembudidaya ikan hias jika mau mengembangkan ikan neon tetra, bukan hanya saja soal uang, akan tetapi juga banyak sekali pengetahuan tentang dunia budidaya yang bisa didapatkan.

Baca juga: 10 Manfaat Ikan Gabus yang Jarang Diketahui

Namun demikian, salah satu kendala yang menghentikan langkah anak muda Indonesia untuk melakukan pemijahan ikan adalah karena keterbatasan pengetahuan, sebab faktor tersebut banyak kalangan pencinta ikan hias yang enggan untuk mencoba mengembangkan sendiri ikan hias di rumah.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kali ini superperikanan hadir untuk Anda memberikan trik mengembangkan ikan hias jenis tetra, mari kita simak sama-sama.

Klasifikasi
Kingdom Animalia
Phylum Chordata
Class Actinopterygii
Ordo Chariciformes
Famili Characidae
Genus Paracheirodon
Spesies Paracheirodon innesi

Penyiapan wadah

Keberhasilan pemijahan ikan neon tetra diindikasikan oleh banyaknya telur yang dihasilkan dengan kualitas yang bagus. Pemijahan ikan neon tetra berlangsung dengan cara alami.

Pada kondisi itu keberhasilan pemijahan lebih banyak ditentukan oleh teknik memanipulasi lingkungan. Oleh sebab itu, untuk bisa menghasilkan telur yang berkualitas, selain penanganan calon induk harus dilakukan dengan cara hati-hati dan pemberian pakan yang sesuai aturan, juga penanganan kualitas air harus dilakukan dengan baik pula.

Pengisian Air dalam Wadah

Untuk pemijahan ikan neon tetra, wadah yang diperlukan yaitu berupa akuarium yang dengan ukuran 15x15x15 cm atau 25x15x15 cm. Akuarium tersebut harus terbuat dari kaca dengan ketebalan 5 mm.

Baca juga: Cara Membuat Pakan Ikan Lele Sendiri di Rumah

Untuk penetasan telur nantinya juga masih memerlukan akuarium ini sebagai wadahnya. Akuarium harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan, agar steril dan bebas dari mikroorganisme dan patogen jahat lainnya.

Akuarium yang berukuran lebih kecil diisi dengan air tandon yang sudah diendapkan, tujuan agar airnya steril. Ketinggian air 7 cm  sama degnan volume air dalam wadah sebanyak 15 liter.

Akuarium yang berukuran lebih besar diisi air tandon yang sudah diendapkan juga dengan ketinggian 4-5 cm. Maksud pengisian air sebatas 7 cm atau 4-5 cm ini pemijahan Induk 8 adalah untuk memberikan tekanan agar induk tidak memakan telur yang telah dikeluarkannya karena ikan neon tetra termasuk ikan charasin yang tidak merawat telurnya (non parental care).

Akuarium yang telah diisi air dibiarkan sehari semalam agar air lebih stabil, maka pengisian air harus dilakukan sehari sebelum induk dilepaskan. Akuarium berukuran 15x15x15 cm untuk pemijahan induk dan penetasan telur ikan neon tetra

Kualitas Air yang Baik


Suhu 20-27°C

Ph  6-8


Pemberian Pakan untuk Induk



Selama pemeliharaan induk, pakan yang diberikan harus sesuai dengan jumlah dan kandungan nutrisinya dengan kebutuhan ikan.


Pakan yang diberikan pada induk ikan neon tetra adalah pakan hidup. Dapat berupa kutu air (Daphnia sp. atau Moina sp.), cacing sutra (Tubifek) dan cu merah atau jentik nyamuk (larva Chironomus sp).

Pakan diberikan secara ad libitum (hingga kenyang) dengan frekuensi dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari.

Sebelum diberikan pakan hidup tersebut harus dicuci dengan menggunakan air bersih agar kotoran/lumpur maupun bibit penyakit hilang sehingga pakan dapat diberikan dalam keadaan bersih.


Pencegahan Hama dan Penyakit pada Induk


Selama pemeliharaan kerap induk terserang oleh penyakit. Penyakit tersebut dapat dibawa oleh ikan itu sendiri, melalui air atau melalui pakan.

Untuk mencegah terjadinya penyakit dapat dilakukan dengan cara monitoring atau pemeriksaan secara rutin terhadap ikan yang dipelihara setiap hari.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pemeriksaan kesehatan ikan adalah:

1. Mengamati bagian ekor untuk melihat ada tidaknya gejala berupa bintik putih

2.  Mengamati warna tubuh untuk melihat ada tidaknya perubahan warna

3. Mengamati ada atau tidak adanya kelainan gerakan renang ikan

4. Mengamati respons ikan terhadap pemberian pakan.

Penyakit yang biasa menyerang induk neon tetra adalah bintik putih (white spot), buluk (velvet disease) dan jadur. Penyakit bintik putih menyerang permukaan tubuh ikan (eksternal) yaitu pada bagian kulit/sisik dan sirip.

Penyakit ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik putih pada bagian yang terserang. Penyakit buluk menyerang permukaan tubuh yaitu pada bagian kulit/sisik dan sirip yang ditandai dengan kurang cerahnya warna tubuh ikan. Penyakit jadur ditandai dengan menonjolnya bagian rahang dan mulut ikan.


Obat yang Digukan jika Induk Terserang


Obat-obatan yang digunakan adalah garam, pura (Furazolidon), dan blitz icht (atau Raid All untuk Ich). Untuk penyakit bintik putih diatasi dengan menggunakan 6 tetes blitz icht, untuk pencegahan diberi 4 tetes saja.

Untuk penyakit buluk diatasi dengan garam 98.5 gram dan 2.5 gram pura yang ditambahkan ke dalam media pemeliharaan induk.

Penyakit jadur diatasi dengan bubuk kapsul Thiamphenikol sebanyak 1 kapsul. Dalam pengobatan penyakit, air dalam akuarium dikurangi sebanyak 50% volume air, dan ikan dipuasakan selama 3 hari. Bila ikan masih sakit beri makan dalam jumlah sedikit saja.


Seleksi Induk

Pemijahan ikan Neon Tetra dilakukan secara alami, yaitu  yaitu induk betina mengeluarkan telur yang diikuti dengan induk jantan yang mengeluarkan sperma di dalam akuarium pemijahan yang telah disiapkan sebelumnya.

Ikan yang telah diseleksi dimasukkan ke dalam akuarium pemijahan untuk dipijahkan secara berpasangan pada waktu sore hari.

Perbandingan jumlah induk jantan dan betina adalah 1:1 atau 2:1. Induk yang dimasukkan terlebih dahulu adalah induk jantan, selang satu jam kemudian dimasukkan induk betina.

Apabila menggunakan rasio jantan betina 1:1 dipakai akuarium ukuran 15x15x15 cm, sedangkan untuk rasio 2:1 digunakan akuarium ukuran 25x15x15 cm. Perbandingan dimana Pemijahan Induk 9 jantan lebih banyak dimaksudkan untuk memperbesar derajat pembuahan telur.

Persiapan Pemijahan

Ikan neon tetra  memijah pada malam hari dalam keadaan gelap yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam.

Akuarium harus ditutup dengan plastik warna hitam hingga benar-benar gelap, hal ini bertujuan untuk menyesuaikan keadaan lingkungan dengan habitat aslinya.

Penutupan dengan plastik warna hitam ini dapat dilakukan juga pada rak pemijahan dengan prinsip sama yaitu terciptanya suasana gelap.

Bila sedikit saja cahaya berhasil masuk ke dalam akuarium maka bisa dipastikan tetra tidak mau memijah. Selama berlangsungnya pemijahan induk tidak boleh diberi makan supaya proses pemijahan dan telur yang dihasilkan tidak terganggu oleh sisa-sisa makanan


Ciri Induk Jantan dan Betina

"ikan neon jantan dan betina"
Gambar: http://komunitaspenyuluhperikanan.blogspot.co.id

Ciri Induk Jantan dan Betina
Jantan Betina
1. bertubuh ramping bertubuh bulat pendek
2. Garis,warna neon lurus Bagian perut gemuk
3. Gerakan lebih agresif daripada betina   Garis warna neon bengkok
4. Bentuk,Tubuh Agak Panjang Gerakan,lebih lamban daripada jantan


Wadah/Akuarium

"mini akuarium"

1. Tentukan akuarium yang hendak digunakan
2. Bersihkan seluruh dinding akuarium dengan menyikat dan membilasnya sampai bersih.
3. Keringkan akuarium dengan lap atau spons kering.
4. Isi akuarium dengan air tandon lama dengan volume 15 liter atau ketinggian 7 cm.
5. Diam semalam sebelum digunakan Penebaran induk
1. Pilih induk ikan neon tetra yang telah matang gonad
2. Pasangkan (jantan : betina = 1 : 1) induk dalam satu unit akuarium pemijahan
3. Gelapkan media pemijahan dengan menutupkan plastik berwarna
hitam ke seluruh dinding akuarium

Jumlah Telur yang Akan Dihasilkan

Sepasang induk Neon Tetra dapat menghasilkan rata-rata 180 butir telur dengan jumlah telur yang dibuahi rata-rata 83 butir (47.74 %).

Ciri Telur yang Terbuahi



Telur yang dibuahi mempunyai ciri-ciri berwarna bening (transparan), sedangkan yang tidak dibuahi berwarna putih keruh (tidak transparan).

Telur yang tidak menetas dapat disebabkan tidak dibuahi oleh sel gamet jantan atau disebabkan adanya penetrasi cahaya ke dalam akuarium dan mengenai telur.

Larva yang Sudah Menetas

Pagi hari dilakukan pengecekan telur dengan cara membuka plastik penutup wadah pemijahan. Ada tidaknya telur diperiksa dengan tanda menggunakan senter atau lampu neon 20 watt.

Akuarium pemijahan diberikan tanda pengenal jika  induknya telah memijah sehingga dapat dibedakan kelompok ikan yang memijah pada hari yang sama.

Cara Menghitung Jumlah Telur yang Dihasilkan oleh Setiap Induk


Untuk mengetahui jumlah rata-rata telur yang dihasilkan setiap pasang induk maka dilakukan penghitungan telur dengan cara mengambil beberapa buah akuarium yang berisi telur untuk diketahui jumlah telurnya.


Semua telur yang dihasilkan dijumlah dan jumlah total telur dibagi dengan jumlah pasangan yang memijah merupakan rata-rata telur yang dihasilkan tiap pasangan yang memijah.


Pemindahan Induk dari Wadah Pemijahan


Induk yang telah memijah diangkat dan dimasukkan kembali ke dalam akuarium pemeliharaam induk untuk pemulihan dan pematangan gonad. Telur yang sudah dikeluarkan oleh induk didiamkan di bak pemijahan dalam keadaan gelap karena telur ikan tetra bersifat photophobic yakni sangat sensitif terhadap cahaya.

Akuarium berisi telur tersebut selanjutnya diberi MB (methylen blue) dengan dosis 0,2
ppm yang berfungsi untuk mencegah tumbuhnya cendawan. Telur akan menetas setelah 24 jam pada suhu 26-27 °C

Penanganan larva

Larva yang baru menetas memiliki ciri berwarna bening, berenang tak beraturan, dan berukuran sekitar 5 mm.

Larva dipanen dengan cara menuangkan seluruh air berikut larva dari wadah pemijahan ke baskom
sebagai tempat penampungan. Larva ini siap ditebarkan ke wadah pemeliharaan selanjutnya dengan menggunakan serok halus.


Pemberian pakan larva


 Ikan akan tumbuh dan berkembang biak apabila mendapatkan pakan yang cukup jumlah dan
nutrisinya, oleh karena itu ikan yang dipelihara harus diberi makan yang sesuai.

selama pemeliharaan larva, untuk 3 hari pertama tidak usah diberikan pakan, lusebab masih memiliki kuning telur bawaan. setelah ikan berumur empat hari baru bisa diberikan pakan buatan, yaitu kuning telur yang sudah direbus setengah matang.

Sumber: Hadiroseyani Y., 2003.  Modul Pemeliharaan Larva sampai Ukuran Pasar Ikan Neon Tetra. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel